1. Saya mampu mengenali emosi yang sedang saya rasakan.
2. Saya tetap tenang meskipun berada di bawah tekanan.
3. Saya tetap berusaha mencapai tujuan meskipun ada hambatan.
4. Saya bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.
5. Saya mudah bergaul dan membangun komunikasi dengan orang baru.
6. Saya menyadari kapan saya mulai merasa marah sebelum kemarahan itu memuncak.
7. Saya tetap tenang saat seseorang berbicara dengan nada tinggi kepada saya.
8. Saya mencoba memahami perspektif orang lain meskipun saya tidak setuju dengan mereka.
9. Saya mampu memotivasi diri sendiri untuk menyelesaikan tugas yang membosankan.
10. Sangat mudah bagi saya untuk memulai percakapan dengan orang asing.
11. Saya mengakui kesalahan saya tanpa merasa terlalu rendah diri.
12. Saya berpikir terlebih dahulu sebelum bereaksi terhadap berita buruk.
13. Saya merasa senang ketika melihat teman atau rekan kerja meraih kesuksesan.
14. Saya bisa menangkap suasana hati seseorang hanya dari ekspresi wajah mereka.
15. Saya mampu menengahi konflik yang terjadi di antara teman-teman saya.
16. Saya tahu persis situasi apa saja yang biasanya membuat saya merasa tertekan.
17. Saya tidak membiarkan kegagalan di pagi hari merusak seluruh suasana hati saya sepanjang hari.
18. Saya lebih fokus pada solusi daripada terus-menerus mengeluhkan masalah.
19. Saya sering menjadi tempat curhat karena orang merasa saya pendengar yang baik.
20. Saya tahu cara menyesuaikan gaya bicara saya tergantung dengan siapa saya berbicara.
21. Saya bisa menjelaskan perasaan saya dengan kata-kata yang tepat kepada orang lain.
22. Saya mampu menahan diri untuk tidak membeli barang yang tidak saya butuhkan secara impulsif.
23. Saya memiliki tujuan hidup yang jelas dan tahu langkah-langkah untuk mencapainya.
24. Saya merasa tidak nyaman jika melihat seseorang dikucilkan dalam sebuah kelompok.
25. Saya bisa menerima kritik dari atasan atau rekan kerja tanpa merasa tersinggung secara pribadi.
26. Saya menyadari perubahan fisik tubuh saya (seperti jantung berdebar) saat sedang stres.
27. Saya bisa segera fokus kembali setelah mengalami gangguan yang tidak terduga.
28. Saya tetap bersemangat mengerjakan proyek meskipun dukungannya sangat minim.
29. Saya sering kali bisa menebak apa yang akan dikatakan seseorang sebelum mereka mengatakannya.
30. Saya merasa nyaman bekerja dalam tim yang anggotanya memiliki latar belakang berbeda.
31. Saya jujur pada diri sendiri tentang kelemahan yang saya miliki.
32. Saya tidak mudah terpancing untuk ikut campur dalam drama atau gosip yang tidak produktif.
33. Saya percaya bahwa kerja keras dan ketekunan lebih penting daripada sekadar bakat.
34. Saya sering kali terharu melihat perjuangan orang lain dalam mencapai impian mereka.
35. Saya tahu cara memberikan umpan balik (feedback) tanpa menyakiti perasaan orang lain.
36. Saya menyadari alasan di balik perubahan suasana hati saya secara tiba-tiba.
37. Saya bisa menunda kesenangan sesaat demi mencapai tujuan jangka panjang yang lebih besar.
38. Saya tidak mudah menyerah meskipun rencana saya ditolak berulang kali.
39. Saya bisa merasakan ketegangan di dalam ruangan meskipun tidak ada yang berbicara.
40. Saya mampu membangun jejaring (networking) dengan orang-orang yang berpengaruh di bidang saya.
41. Saya tahu kapan waktu yang tepat bagi saya untuk beristirahat agar tidak burnout.
42. Saya tetap bersikap profesional meskipun harus bekerja dengan orang yang tidak saya sukai.
43. Saya selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas hasil kerja saya dari waktu ke waktu.
44. Saya berusaha memahami latar belakang budaya orang lain agar tidak salah paham.
45. Saya mampu meyakinkan orang lain untuk mendukung ide-ide saya dengan cara yang persuasif.
46. Saya mengerti bagaimana nilai-nilai pribadi saya mempengaruhi keputusan yang saya ambil.
47. Saya mampu mengendalikan amarah sehingga tidak mengeluarkan kata-kata kasar.
48. Saya merasa puas saat berhasil menyelesaikan tantangan yang sulit bagi orang lain.
49. Saya segera meminta maaf jika menyadari bahwa ucapan saya menyinggung perasaan orang.
50. Saya bisa memimpin diskusi kelompok tanpa mendominasi pembicaraan secara berlebihan.
51. Saya sering merenungkan tindakan saya untuk melihat apa yang bisa diperbaiki di masa depan.
52. Saya tidak membiarkan rasa takut akan kegagalan menghentikan saya untuk mencoba hal baru.
53. Saya bekerja keras bukan karena imbalan, melainkan karena rasa tanggung jawab.
54. Saya bisa membedakan antara seseorang yang benar-benar sedih dengan yang hanya berpura-pura.
55. Saya mampu menjalin kerja sama yang efektif bahkan dalam situasi yang penuh tekanan.
56. Saya menyadari ketika rasa percaya diri saya mulai goyah dalam situasi tertentu.
57. Saya mampu mengalihkan pikiran negatif menjadi sesuatu yang lebih konstruktif.
58. Saya tetap berkomitmen pada janji saya meskipun situasi menjadi sulit.
59. Saya bisa merasakan beban emosional yang dibawa rekan kerja saya ke kantor.
60. Saya mampu membaca dinamika kekuasaan dalam sebuah organisasi atau kelompok.
61. Saya memahami hubungan antara apa yang saya pikirkan dengan apa yang saya rasakan.
62. Saya tidak mudah terpengaruh oleh kepanikan orang-orang di sekitar saya.
63. Saya memiliki standar kualitas yang tinggi untuk pekerjaan yang saya lakukan sendiri.
64. Saya sering memberikan dukungan moral kepada orang yang sedang mengalami musibah.
65. Saya tahu cara mendinginkan suasana saat perdebatan mulai memanas.
66. Saya menyadari jika perilaku saya mulai mengganggu kenyamanan orang lain.
67. Saya mampu menyesuaikan rencana saya dengan cepat ketika terjadi perubahan mendadak.
68. Saya melihat kegagalan sebagai pelajaran berharga, bukan sebagai akhir dari segalanya.
69. Saya berusaha mendengarkan tanpa menghakimi saat seseorang bercerita tentang masalahnya.
70. Saya mampu membangun rasa percaya (trust) dengan cepat dalam sebuah hubungan baru.
71. Saya memahami dampak dari perkataan saya terhadap reputasi diri saya sendiri.
72. Saya bisa tetap fokus pada tugas meskipun lingkungan di sekitar saya sangat bising.
73. Saya merasa antusias saat mempelajari keterampilan baru yang menunjang karier saya.
74. Saya bisa merasakan ketika seseorang sedang menyembunyikan kesedihan di balik senyumnya.
75. Saya suka membantu rekan tim saya untuk berkembang dan mencapai potensi maksimal mereka.
76. Saya menyadari kapan saya perlu menarik diri sejenak dari keramaian untuk memulihkan energi.
77. Saya mampu mengelola rasa iri menjadi motivasi untuk memperbaiki diri.
78. Saya tetap optimis meskipun hasil yang saya harapkan belum kunjung terlihat.
79. Saya peka terhadap kebutuhan orang lain bahkan sebelum mereka memintanya.
80. Saya mampu menyampaikan ketidaksetujuan saya dengan cara yang sopan dan logis.
81. Saya tahu emosi apa yang paling sering mendominasi pikiran saya setiap harinya.
82. Saya tidak membiarkan kritik yang kasar merusak rasa percaya diri saya.
83. Saya bersedia bekerja lembur jika itu demi mencapai target kelompok yang penting.
84. Saya mencoba melihat kebaikan dalam diri setiap orang yang saya temui.
85. Saya mudah beradaptasi dengan budaya atau aturan baru di lingkungan kerja.
86. Saya menyadari bagaimana suasana hati saya dapat memengaruhi kinerja orang-orang di sekitar saya.
87. Saya mampu menahan diri untuk tidak membalas komentar negatif di media sosial.
88. Saya merasa sangat bergairah ketika menghadapi masalah yang membutuhkan solusi kreatif.
89. Saya bisa memahami mengapa seseorang merasa marah meskipun saya tidak di posisi mereka.
90. Saya terampil dalam membangun koalisi atau dukungan untuk menjalankan sebuah proyek.
91. Saya tahu kapan ego saya mulai menghalangi pengambilan keputusan yang objektif.
92. Saya bisa tetap tenang dan berpikir jernih saat terjadi keadaan darurat.
93. Saya selalu berusaha memberikan lebih dari apa yang diharapkan dari peran saya.
94. Saya secara aktif mendengarkan keluhan orang lain tanpa mencoba langsung memberikan ceramah.
95. Saya mampu menginspirasi orang lain untuk bekerja menuju visi yang sama.
96. Saya menyadari kapan intuisi saya memberikan sinyal penting tentang sebuah keputusan.
97. Saya mampu mengendalikan rasa cemas saat menunggu hasil yang belum pasti.
98. Saya menemukan makna dan tujuan dalam setiap pekerjaan yang saya lakukan.
99. Saya bisa menghargai perbedaan pendapat sebagai kekayaan ide, bukan sebagai ancaman.
100. Saya mahir dalam mengelola ekspektasi orang lain terhadap diri saya.
101. Saya tahu batasan kemampuan saya dan tidak ragu untuk meminta bantuan orang lain.
102. Saya tetap bersikap rendah hati meskipun sedang berada di puncak kesuksesan.
103. Saya selalu berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri saya setiap harinya.
104. Saya merasa bertanggung jawab untuk membantu menciptakan lingkungan yang inklusif.
105. Saya mampu memberikan pengaruh positif yang membekas bagi orang-orang yang saya pimpin.